WNI Ungkap Ngerinya Sudan: Jet Tempur Wara-Wiri, Rudal Nyasar

Asap mengepul saat bentrokan berlanjut di ibu kota Sudan pada 16 April 2023 antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter. Korban tewas dalam bentrokan yang sedang berlangsung antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter telah mencapai 56 sementara yang terluka 595. (Mahmoud Hjaj/Anadolu Agency via Getty Images)

Perang saudara di Sudan membawa kengerian tersendiri. Ini pun dirasakan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana.

Salah satunya Dimas Muhammad, mahasiswa S1 University of Afrika yang berada di ibu kota Khartoum. Ia membenarkan bagaimana jet tempur wara-wiri saat pertempuran terjadi termasuk rudal nyasar.

“Memang jet berada di atas rumah. Jadi terdengar ketika sedang terjadi pertempuran, terdengar suara tembakannya,” katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/4/2023).

“Peluru nyasar memang ada … di beberapa rumah masyarakat Indonesia di Khartoum,” tambah staf amil Lazismu Sudan tersebut.

Meski begitu, menurutnya Kedutaan Besar Indonesia sudah memberi himbauan. Karena situasi memburuk, KBRI Khartoum menghimbau WNI untuk terus waspada namun tetap tenang dan berhati-hati.

“Tetap tinggal di rumah dan menjauhi jendela,” bunyi himbauan KBRI yang dilihat CNBC Indonesia.

“Meningkatkan saling komunikasi, dapat berkumpul bersama di titik-titik aman, tidak berkeliaran, menyiapkan dokumen paspor dan beberapa barang keperluan pribadi dalam satu ransel,” tambah perwakilan resmi RI itu.

Saat ini status keadaan yang diriliş KBRI adalah “Siaga 2” Namun jika mencapai “Siaga 1”, WNI akan diungsikan keluar Sudah baik melalui udara, atau darat menuju Mesir, dan darat menuju Jeddah, Arab Saudi.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah Sudan juga memberi pernyataan. Baku tembak di udara karena saling serang pesawat tempur serta jatuhnya peluru nyasar ke rumah warga juga dipaparkan.

“(Senin 17/4/2023) sesekali terdengar dentuman senjata pada kawasan Arkaweet. Terdengar brondolan suara peluru setelah magrib,” tulis PCI Muhammadiyah Sudan.

“Pasukan bergerak menjauh dari Khartoum menuju Jabroh. Rudal nyasar yang mengenai dan menyangkut salah seorang rumah warga di daerah makmuroh tiba tiba meledak,” tambah keterangannya lagi.

Dalam rilis dinyatakan juga bagaimana sejumlah kebutuhan sulit dipenuhi. Mulai dari bensin yang langka, penerapan pembatasan pembelian hingga pasokan pangan dan air minut yang sulit.

Kondisi WNI juga dikabarkan perlu perhatian lebih. Di mana beberapa diinformasikan sempat menjadi sasaran penjahat dan terindikasi mengalami mental health.

“Salah seorang WNI terinformasikan terkejar haromi (penjahat) pada saat-saat genting ini,” kata pernyataan itu lagi.

“Beberapa mahasiswi yang sedang mengungsi di aula … terindikasi mengalami mental health. Seperti duduk termenung lalu tiba tiba menangis, gemetar,” tambahnya.

“Jumlah mahasiswi sakit yang mengungsi di aula semakin hari semakin bertambah. Tidak hanya dikarenakan tempat pengungsian yang memang terdesain bukan untuk pengungsian namun juga karena alat pendingin yang dinyalakan. Sehingga banyak dari mahasiswi yang mengalami kedinginan ditambah dengan persiapan baju hangat yang minim,” tambahnya.

“PCIM Sudan melalui Lazismu Sudan terus mengupayakan untuk dapat memberikan bantuan logistik dan kebutuhan kepada WNI … membentuk tim Sudan Crisis Response untuk konflik bersenjata di Sudan yang turut bekerja sama dengan LLHPB, LKHI dan MDMC pusat.”

Pertempuran di Sudan terjadi serai akhir pekan. Dilaporkan PBB setidaknya 200 orang tewas dan 1.800 luka.

Konflik Sudan terjadi akibat perebutan kekuasaan dua jenderal pasca kudeta bersama di 2023. Panglima militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan berseteru dengan wakilnya Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin Pasukan Dukungan Cepat paramiliter (RSF).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*