Repsol Cabut, RI Cari Investor Baru Garap ‘Harta Karun’ Aceh

Repsol Cabut, RI Cari Investor Baru Garap ‘Harta Karun’ Aceh

Mubadala Energy, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, mengumumkan temuan gas besar di South Andaman, utara Sumatera RI. (Dok. Mubadala Energy)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bakal ada calon investor baru yang akan mengelola Blok Andaman III untuk menggantikan Repsol yang hengkang dari wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) di perairan Aceh tersebut.

Menurut Arifin, saat ini Repsol sendiri tengah memproses pelepasan hak partisipasi atau Participating Interest (PI) di Blok Andaman III kepada calon investor baru tersebut. Namun demikian, ia tak membeberkan secara rinci siapa calon investor yang dimaksud.

“Nanti ada calon investor https://totokas138.store/ baru. Kita nanti harus nyelesain itu pipa gas dari Sei Mangkei ke Dumai, sehingga kalau kelebihan gas di Andaman ini (terserap),” ungkapnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (05/01/2024).

Beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyebut, perusahaan minyak asal Uni Emirat Arab (UEA) yakni Mubadala tertarik untuk masuk ke dalam pengelolaan Blok Andaman III.

Tutuka menjelaskan, keinginan Mubadala masuk dalam pengelolaan Andaman III lantaran perusahaan mempunyai konsep pengembangan yang berbeda dari Repsol. Adapun saat ini Repsol sendiri dalam proses keluar dari Andaman III.

“Dia (Mubadala) punya konsep sendiri, kan udah ditajak sama Repsol hasilnya gak bagus, tapi menurut dia konsepnya dia beda,” ujar Tutuka ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Selasa (08/08/2023).

Tutuka menjelaskan nantinya Mubadala akan melakukan joint study terlebih dahulu untuk blok yang akan dilepas Repsol tersebut. Meski demikian, Mubadala hingga kini belum memiliki hak partisipasi pada wilayah kerja Andaman III.

“Bisa joint study dulu,” tambahnya.

Sebelumya, Repsol menyatakan akan mengembalikan wilayah kerja (WK) Andaman III kepada negara. Hal tersebut karena kegiatan operasional di WK Migas yang berlokasi di perairan Aceh itu tidak membuahkan hasil alias dry hole.

Stakeholders Relations Manager Repsol Indonesia, Amir Faisal Jindan mengatakan keputusan pengembalian WK ke negara dilakukan perusahaan setelah pengeboran di Sumur Rencong-1X akhir tahun lalu tidak menemukan adanya indikasi temuan minyak atau gas (migas) yang diharapkan.

“Benar (dikembalikan) dikarenakan hasil pengeboran sumur Rencong-1X yang tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/7/2023).

Saat ini pihaknya tengah dalam proses pengembalian wk Andaman III kepada pemerintah. Meski begitu, ia menegaskan bahwa Repsol masih akan tetap fokus untuk pengembangan portofolio lain mereka di blok lainnya, misalnya Sakakemang yang berada di Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Kita masih fokus untuk pengembangan di WK Sakakemang,” ujarnya.

Blok Andaman III merupakan WK Eksplorasi yang dimenangkan oleh Talisman pada lelang Wilayah Kerja pada tahun 2009. Kontrak Kerja Sama WK Andaman III menggunakan skema cost recovery dengan jangka waktu selama 30 tahun. Pada tahun 2015, Repsol mengakuisisi Talisman sehingga WK tersebut dikelola oleh Repsol.

Kemudian di tahun 2019, Petronas, perusahaan migas asal Malaysia, melalui anak usahanya Petronas Andaman B.V. resmi mengakuisisi 49% hak partisipasi WK Andaman III dari Repsol Andaman B.V., anak perusahaan Repsol S.A. (Repsol). WK ini terletak di lepas pantai Aceh dengan luas area saat ini setelah dilakukan penyisihan sebagian Wilayah Kerja seluas 4684.32 kilometer persegi.

Repsol Andaman B.V telah mengerjakan beberapa kegiatan yaitu studi G&G, akuisisi data seismik 3D seluas 3,250 km2 yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 hingga 2018 dan pemboran eksplorasi Rencong-1X.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*